Judul : Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar
link : Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar
Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar
Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar
Agen Judi Baccarat - Simpang Susun Semanggi kini menjadi sebuah kebanggaan bagi warga Jakarta yang sebentar lagi akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Jembatan lengkung terpanjang hampir mencapai 1,8 kilomter tersebut adalah sebuah karya peninggalan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tentunya Simpang Susun Semanggi ini nantinya akan menjadi ikon baru kota Jakarta.
Simpang Susun Semanggi ini dibangun bukan dari dana APBD DKI Jakarta tetapi dari dana CSR, sehingga pembangunannya tidak perlu mendapat persetujuan DPRD DKI Jakarta. Hal ini tentu menjadi nyinyiran dari kalangan DPRD atau pun politisi yang kontra Ahok. Mereka malah mempertanyakan kenapa dana CSR ini tidak dimasukkan ke APBD baru kemudian dianggarkan untuk membangun Simpang Susun Semanggi ini. Saya membayangkan jika CSR untuk pembangunan Simpang Susun Semanggi ini dimasukkan ke APBD dan baru dianggarkan kemudian, saya rasa sampai sekarang Simpang Susun Semanggi ini tidak akan terwujud.
Bukan saja pembahasannya yang berlarut-larut, tentu banyak kalangan yang akan tergoda untuk turut serta mencari keuntungan pribadi dalam proyek ini. Karena tak tanggung-tanggung anggarannya saja sampai Rp579 milyar. Karena adanya kepentingan pribadi maka proyek ini tentu akan membuat pembahasannya menjadi alot. Karena Ahok tahu bahwa akan sangat sulit mendapat persetujuan dari DPRD maka Ahok langsung memerintahkan kepada pemberi CSR untuk membangunnya sendiri, sehingga tidak perlu mendapatkan persetujuan dari DPRD Jakarta. Dan nantinya setelah selesai baru dimasukkan ke dalam daftar aset Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan penilaian appraisal.
Dan kini Simpang Susun Semanggi sudah selesai dikerjakan 100 persen dan juga telah diuji kelayakannya oleh Kementerian PUPR sehingga layak untuk dipergunakan oleh masyarakat Jakarta. Dan lebih hebatnya lagi proyek yang memakan anggaran sebesar Rp579 milyar ini masih menyisakan anggaran sebesar Rp219 milyar. Berarti dari anggaran sebesar itu hanya digunakan sebesar 62,17% saja dari anggaran yang tersedia. Luar biasa. - Agen Judi Roullet -
“Karena pembangunan SSS itu dilakukan secara efisien, maka ada sisa sekitar Rp219 miliar. Kami sudah tanda tangani untuk pembangunan pedesterian, trotoar dan utilitas,” ujar Sekretaris Daerah DKI Saefullah di Balai Kota, Rabu, 26 Juli 2017 lalu.
Sekedar untuk kita ketahui bahwa Simpang Susun Semanggi ini adalah CSR dari PT. Mitra Panca Persada (MPP) sebesar Rp579 miliar. Nilai tersebut berdasarkan hitungan kompensasi dari peninggian Wisma Sudirman dari 17 lantai menjadi 60 lantai sesuai yang diatur dalam Peraturan Gubernur No. 210/2016 tentang koefisien bangunan.
Karena penggerjaannya sangat efisien maka pembangunan Simpang Susun Semanggi ini hanya menelan biaya sebesar Rp360 miliar. Dan sisanya bukan untuk dibagi-bagikan kepada pejabat Pemprov DKI atau pun kepada mereka yang terlibat di dalam proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi ini tetapi dialihkan untuk pedestrian di kawasan Jalan Sudirman dari Kali Krukut, Bendungan Hilir sampai Patung Pemuda Senayan dan di kawasan Gatot Subroto dari Kartika Candra sampai Taman Ria Senayan sepanjang 3,5 kilometer.
Kita bersyukur proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi ini dikerjakan pada masa mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Gubernur Djarot, sehingga sisa anggarannya dapat digunakan untuk pemeliharaan proyek yang lain dan bukan untuk bancakan bersama. Tidak terbayang jika terjadi bukan pada masa mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Gubernur Djarot, tentu sisa anggaran ini sudah raib entah kemana, apalagi dana yang digunakan untuk pembangunannya diperoleh dari CSR.
Bisa dibayangkan jika pembangunan Simpang Susun Semanggi ini dimasukkan ke dalam APBD, kemudian bari dianggarkan dan terjadi pada Gubernur yang menganggap dirinya pintar mengelola anggaran. Tentu sisa anggaran ini akan dihabiskan entah untuk apa yang penting anggaran harus dihabiskan. Tidak boleh ada sisa sedikit pun harus habis 100% karena kalau ada sisa maka dianggap tidak bisa mengelola anggaran. Habisnya untuk apa, kita publik tidak perlu tahu, yang penting anggarannya terserap 100%. - Agen Judi Poker -
Tapi tidak demikian dengan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Sisa anggaran no problem selama proyek tersebut selesai sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Jika pengerjaan efisien tentu akan ada sisa anggaran seperti yang terjadi pada proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi ini. Dan kita salut sama Ahok yang telah menyerahkan pembangunan ini kepada pihak perusahaan CSR untuk membangunnya sendiri sehingga bisa diselesaikan dengan begitu efisien, dan sisa anggarannya bisa digunakan untuk proyek yang lain di DKI Jakarta ini.
Mampukah pemerintahan Anies-Sandi mengikuti cara kerja gubernur sebelumnya? Saya yakin tidak, karena belum menjabat saja Anies Baswedan sudah menyatakan tidak akan pernah meniru cara Ahok ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Saya kira begitu saja…
Sumber : Seword.com
Demikianlah Artikel Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar
Sekianlah artikel Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Gila! Simpang Susun Semanggi yang Megah Begitu Masih Menyisakan Anggaran Sebesar 219 Milyar dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/07/gila-simpang-susun-semanggi-yang-megah.html


