Judul : Langkah Mati SBY – Prabowo Menghadapi Jokowi
link : Langkah Mati SBY – Prabowo Menghadapi Jokowi
Langkah Mati SBY – Prabowo Menghadapi Jokowi
Agen Judi Baccarat - Siapapun yang ada di posisi kedua jendral kancil kita, pasti akan merasa ‘keki’ dengan keberhasilan Jokowi. Bayangkan saja, dalam kurun waktu yang sangat singkat, Jokowi berhasil membuat DPR mensahkan 2 Undang-Undang yang sangat vital, yaitu UU Pemilu dan UU Ormas Anti Pancasila.Pertemuan mantan Presiden Indonesia dan mantan calon Presiden Indonesia hari Kamis kemaren ibarat sebuah dagelan kalau ditonton oleh rakyat Indonesia yang waras, Semakin mendekati tahun 2019, semakin mereka terlihat pethatic dengan semua manuver-manuver politiknya.
Kalau mereka berpikir bahwa pertemuan ini bisa membuat rakyat berdecak kagum melihat dua jedral berkumpul, saya rasa tidak yah. Yang ada, rakyat malah tersenyum seperti sedang melihat dua orang yang berakting untuk memperlihatkan the power of money. -Agen Judi Terbaik -
Buat saya pribadi, pertemuan itu adalah langkah mati bagi keduanya. Kenapa? Karena…
Pertama, sebagai mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, tidak bisa menggunakan kapasitas dia yang lain selain sebagai mantan presiden. Status mantan Presiden akan selalu menempel pada dirinya selama 24 jam setiap harinya. Presiden adalah posisi tertinggi di setiap negara yang dipimpin oleh seorang Presiden. SBY lebih dituntut untuk berperilaku sebagai seorang mantan presiden di depan rakyat Indonesia ketibang sebagai seorang Ketua Partai. SBY dituntut untuk lebih bersikap sebagai seorang Negarawan dan bukan seorang politikus. SBY lebih dituntut perannya sebagai orang yang berpengalaman 10 tahun memimpin bangsa ini harusnya mampu untuk menyejukkan perpolitikkan di Indonesia.
Dan apa yang SBY lakukan, dia berperilaku sebagai seorang oposisi. SBY membawa partai Demokrat bersikap lebih oposisi daripada Partai Gerindra yang jelas-jelas menyatakan dirinya sebagai partai oposisi.
Apapun agenda dari pertemuan ini, yang pasti langkah SBY membuktikan kegagalan dia yang sempurna. Rakyat mencatat SBY adalah presiden yang gagal membangun bangsa dan negara ini, dan setelah menyandang gelar seorang mantanpun, SBY menambahkan lagi kegagalannya itu dengan bersikap kontra terhadap presiden yang sedang menjabat. - Agen Judi Roullete-
Pernyataan SBY tentang “Abuse of Power”, saya lebih melihat bahwa dia sedang show off saja dengan bahasa Inggrisnya, Sayangnya, apa yang dia nyatakan justru mengingatkan kita kembali akan sepak terjang SBY yang nyata-nyata sudah meng-abuse of his power pada Pilpres 2009 dimana SBY sebagai presiden petahana, sudah menggunakan seluruh elemen kekuasaan yang dia miliki untuk mengingkatkan perolehan Partai Demokrat sampai mencapai 300% dan memenangkan periode kedua dari kekuasaannya.
Kedua, dari sisi Prabowo, mengundang bertemu dengan seorang mantan presiden sudah jelas tindakan yang mematikan langkah. Kalau simpati raykat yang dia harapkan dari pertemuan ini, saya bisa mengatakan, “Mimpi saja!”. Pertemuan ini semakin membuat kita paham kenapa Prabowo selama ini hanya bisa mencapai posisi “Calon presiden”. Ini karena dia tidak bisa membaca situasi dan meraba apa yang sedang bergejolak ditengah-tengah rakyat. Langkah politik dia yang kurang perhitungan sangat terlihat jelas. Selain itu, Prabowo terlalu mudah mengatasnamakan semua omongan dia seolah kehendak rakyat.
In any case, pertemuan ini jelas memperlihatkan bahwa seorang Prabowo tidak memahami apa itu posisi Presiden di negara sebesar Indonesia. Presiden sekarang dimata rakyat bukan lagi presiden seperti dijaman Orde Baru. Pilpres bukan tentang perebutan kekuasaan, Pilpres adalah ajang pemilihan pemimpin bangsa.
Rakyat sudah bisa menebak langkah politik seperti apa yang akan Prabowo mainkan di Pilpres 2019 nanti. Akankah SBY mengulangi kebodohannya seperti di Pilkada Jakarta? Dimana kubu Paslon satu me-welcome kubu Palson tiga kemudian kalah telak di putaran pertama? Saya yakin tidak, itu kalau dia belajar dari kesalahannya. Tapi kalau misinya hanya untuk mengalahkan Jokowi, mungkin saja langkah bodoh itu akan dilakukannya kembali.
Ketiga, pertemuan ini tidak ubahnya seperti pertemuan sebuah silahturahmi. Namun kesan silahturahmi langsung hilang ketika kedua Jendral ini mulai membuat pernyataan-pernyataan yang kedua pernyataan itu ditujuan pada Presiden Jokowi. SBY dengan “The abuse of power”nya jelas memperlihatkan bahwa SBY lupa, dialah yang sudah mempergunakan powernya sebagai kepala negara untuk melakukan segala cara memperkaya dirinya, partainya dan kroni-kroninya. Sementara Prabowo dengan ” Treshold 20% sebagai hal yang lucu dan menipu rakyat”, Hasto bilang, ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak paham akan sistem politik Indonesia. Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam sistem pemerintahan presidensil, Seorang presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, disamping mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat, untuk menjalankan pemerintahan yang lebih efektif, presiden juga harus mendapat dukungan yang kuat dari partai politik di parlemen. Disitulah ketentuan 20% jumlah kursi di DPR menjadi syarat minimum bagi pengusungan seorang calon presiden. - Agen Live Casino-
Masuk akal, bukan? Kok yang begini saja Prabowo gagal paham.
Tanpa mereka sadari, pertemuan ini hanya memperlihatkan kebodohan kedua belah pihak. Apalagi dengan adanya pernyataan pamungkas dari SBY yang mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama tanpa berkoalisi. Ini maksudnya apa coba? Saya yakin, kalau kita tanya SBY maksud dari kalimatnya, dia pasti gagal pula menjelaskannya.
Langkah mati mereka akan sangat kesulitan untuk menghadapi dan mengalahkan Jokowi. Karena seluruh partai pendukung Jokowi sekarang sudah memiliki misi visi yang sama. Skala prioritas seluruh partai pendukung Presiden Jokowi adalah melihat Jokowi betul-betul bisa menyelesaikan segala persoalan rakyat yang notabene masalah tersebut juga tidak terlepas dari kepemimpinan SBY sebelumnya.
Selayaknyalah setiap elit politik membawa suasana yang kondusif dan mendukung Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat ini, betul-betul mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebaik-baiknya dihadapan rakyat. Pertemuan elit politik boleh-boleh saja, tapi pertemuan tersebut jangan sampai terlepas dari kehendak rakyat, lebih-lebih mengklaim atas kehendak rakyat itu sendiri. Rakyat yang mana? Karena kalau kita lihat dari pernyataan Prabowo mengatakan bahwa 20% treshold ini telah membodohi rakyat. Itu yang seharusnya tidak dilakukan. - Agen Poker Online-
Sumber : Seword.com
Demikianlah Artikel Langkah Mati SBY – Prabowo Menghadapi Jokowi
Sekianlah artikel Langkah Mati SBY – Prabowo Menghadapi Jokowi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Langkah Mati SBY – Prabowo Menghadapi Jokowi dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/07/langkah-mati-sby-prabowo-menghadapi.html
