"SELAMAT DATANG DI DUNIA MISTIS"

Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy

Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy - Hallo sahabat kesehatan manusia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Indonesia, Artikel Jakarta, Artikel Jokowi, Artikel Kasus, Artikel Politik, Artikel Presiden, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy
link : Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy

Baca juga


Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy

Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy

Agen Bacarrat Online - Bangsa kita saat ini sedang dirundung duka yang disebabkan oleh anak bangsa sendiri. Bagaimana tidak dalam beberapa waktu ini kita disuguhkan oleh atraksi yang tidak mendidik dan tidak produktif. Saling menghina, menghujat dan caci maki menjadi tontonan sehari-hari.

Apalagi menjelang Pilgub DKI beberapa waktu lalu. Hinaan dan cacian hampir setiap hari kita saksikan baik di medsos maupun di televisi. Dan yang paling banyak mendapat serangan adalah Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama.

Ahok ikut mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI periode 2017-2022 berpasangan dengan Djarot Saipul Hidayat. Namun sebelum Pilgub dia keseleo bicara, menyinggung surat Al-Madia saat pidato di Kepulauan Seribu.

Seperti biasa Pemda DKI mengupload setiap aktivitas yang dilakukan oleh Ahok ke youtube, termasuk aktifitas rapat dan pidato. Hal ini bertujuan untuk rakyat Jakarta bisa melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh pemerintah. - Agen Poker Online  - 

Video yang memuat pidato Ahok kemudian dipotong. Durasi video sebenarnya satu jam lebih, namun diupload oleh pahlawan Sosmed, Buni Yani ke facebook potonganya saja yang hanya menyinggung surat Al-Maidah. Buni Yani juga menuliskan judul bernada provokatif dengan kata-kata penistaan terhadap agama. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk menjegal Ahok terpilih kembali menjadi gubernur DKI.

Ahok sebenarnya sudah meminta maaf beberapa kali kepada umat Islam dan menjelaskan tidak bermaksud untuk menistakan agama. Namun permintaan maaf ini tidak dihiraukan oleh Riziek dan kawan-kawan dan menuntut agar Ahok dipenjarakan.

Setelah demo besar-besaran yang diduga ditunggangi oleh oknum, akhirnya Ahok ditetapkan sebagai tersangka penista agama, kemudian dihukum 2 tahun penjara. Penetapan tersangka ini diterima oleh Ahok dengan tidak mengajukan praperadilan. Keputusan hakim juga diterima oleh Ahok dengan tidak mengajukan banding.

Setelah Ahok ditahan saya pikir Indonesia akan kembali aman, damai dan tentram. Ternyata tidak. Fitnah dan ujaran kebencian tidak hanya diarahkan kepada Ahok, tapi juga kepada Presiden dan Kapolri. Entah apa salah Presiden dan Kapolri sehingga bumi datar begitu semangat menyebarkan kebencian dan memfitnah mereka. - Agen Judi Bola-

Baru-baru ini polisi menangkap Muhammad Faisal Tonang, warga Koja, Jakarta Timur. Faisal mengedit sejumlah foto Presiden dan Kapolri dengan menambahkan kalimat provokatif yang bernada kebencian. Tanpa data dan fakta Faisal juga menuduh keluarga Jokowi Komunis. Selain itu mengajak mendukung partai tertentu dan mengajak untuk menjatuhkan parta tertentu. Nampaknya dia simpatisan partai, tapi bukan partai  pendukung permerintah.

Dilihat dari usianya Faisal, sudah cukup tua yakni 41 tahun. Tapi benar kata pepatah tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Faisal sudah tua tapi belum dewasa. Hingga akhirnya dia tertunduk lesu di kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tidak dewasanya.

Soal kedewasaan kita perlu belajar dari Presiden Jokowi. Dalam perjalanan hidupnya Jokowi berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun dia tidak pernah menyalahkan pemerintah. Dia juga tidak menyalahkan sistem yang ada di Indonesia ini. Jokowi hanya fokus bekerja dan berkarya.

Sebelum menjadi presiden, Jokowi tidak pernah menyampaikan niatnya untuk menjadi presiden, seperti Dahlan Iskan, Aburizal Bakrie dan Prabowo. Dia hanya fokus bekerja membenahi Jakarta.   - Agen Domino QQ-

Ketika namanya digadang-gadang sebagai calon presiden, Jokowi mulai mendapatkan serangan bertubi-tubi. Serangan tidak hanya datang dari dari politikus yang sudah memiliki jagoannya sendiri, tapi juga dari akademisi, pengamat sok pintar dan masyarakat umumnya. Namun Jokowi tidak terpengaruh dengan hal ini. Bahkan dia tidak sedikutpun ada niat untuk membalas serangan yang diarahkan kepadanya. Dia hanya fokus bekerja, blusukan dan memimpin rapat bersama Ahok .

Langkah Jokowi yang terus bekerja tanpa ada motif ini diperhatikan oleh masyarakat. Kerja keras Jokowi ternyata lebih nyaring dari pidato berapi-api yang belum ada bukti. Hingga masyarakat mempercayakan kepadanya untuk mengemban amanah yang lebih besar, yaitu menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 dan besar kemungkinan akan berlanjut ke periode 2019-2024.

Saya akhiri tulisan ini dengan nasehat John F Kennedy : “Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”

Sumber : Seword.com


Demikianlah Artikel Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy

Sekianlah artikel Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Permasalahan Bangsa, Jokowi dan Nasehat Kennedy dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/07/permasalahan-bangsa-jokowi-dan-nasehat.html

Iklan

loading...