"SELAMAT DATANG DI DUNIA MISTIS"

“Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?”

“Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?” - Hallo sahabat kesehatan manusia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul “Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?”, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Demokrat, Artikel Eddie Baskoro Yudhoyono, Artikel Hambalang, Artikel Partai, Artikel Pilpres, Artikel Politik, Artikel Prabowo, Artikel SBY, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : “Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?”
link : “Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?”

Baca juga


“Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?”

Agen Judi Roullete - Dengan mengikuti gaya Ibas, perlulah segera dibahas langkah politik Susilo Bambang Yudhoyono setelah menerima kunjungan Prabowo Subianto. Mengingat ada hal yang mengganjal, ketika pada pertemuan itu belum jelas kemauan kedua belah pihak untuk berkoalisi.

Bahkan, kepada awak media, SBY menegaskan kalau Gerindra dan Demokrat sepakat mengawasi Pemerintah tanpa harus berkoalisi. Hal tersebut disampaikan SBY dalam konferensi pers usai dua ketua umum partai tersebut melakukan pertemuan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017), seperti diberitakan kompas.com. Lah, apa maksud dari pernyataan tersebut? Ketika mengawasi Pemerintah tanpa koalisi menjadi oposisi? Bukankah ini lelucon politik yang sebenarnya?

Menurut SBY, bentuk pengawalan ke pemerintah, akan dilakukan lewat kerja sama dan peningkatan komunikasi antara kedua partai. Apakah mengawasi Pemerintah akan dilakukan dengan cara makan nasi goreng bersama? Benar-benar hasil kesepakatan khas Demokrat yang tidak jelas.

Bila dicermati, secara implisit, sebenarnya untuk membangun koalisi antara Gerindra dan Demokrat terasa sangat sulit. Paling tidak sampai sejauh ini belum ada kesepakatan. Demokrat juga tidak mau buru-buru untuk menyodorkan calonnya untuk mendampingi Prabowo yang pasti akan nyapres lagi. Sangat mungkin Memo Ani tidak rela bila Sang Pangeran hanya menjadi Calon Wakil Presiden.

Untuk itulah, kepada raga media SBY sibuk menjelaskan wujud mengoreksi Pemerintahan tanpa koalisi. Ini jelas-jelas konspirasi tipuan level dewa untuk mengelabui para raga media. Disampaikanlah dengan gaya seolah-olah intelek bahwa ada dua bentuk pengawalan yang bisa dilakukan terhadap pemerintah, yakni mencakup wilayah politik dan gerakan moral.

Pengawalan pada wilayah politik, terang SBY, terkait demokrasi, aturan main, konstitusi, undang-undang dan sistem yang berlaku. Arah tujuannya yakni harus mengabdi untuk kepentingan rakyat.

Sekilas memang bisa membuai siapa saja kata-kata SBY. Betapa seolah-olah realistis kalau mengawasi Pemerintah tanpa koalisi. Apalagi ketika SBY tiba pada kalimat klise berikut ini:

“Karena sebetulnya amanat yang diberikan ke semua mulai presiden, menteri, gubernur, wali kota, perangkat negara, partai politik semua itu harus diabdikan untuk kepentingan rakyat,” ujar SBY.

Dari segi teoritik, pengawalan pada gerakan moral yang dimaksud adalah mengawal kebijakan penyelenggara negara. Jika kepentingan rakyat diciderai, baik Gerindra maupun Demokrat sepakat untuk mengingatkan serta mengoreksi pemerintah. Masalahnya, bilang sepakat kok hanya setelah makan nasi goreng bersama. Di sinilah titik kelucuan ditemukan. - Agen Judi Poker -

Sebenarnya, apa yang disampaikan SBY tersebut, hanya ingin menegaskan bahwa terasa mustahil Demokrat berkoalisi dengan Gerindra kalau Pangeran AHY hanya menjadi Cawapres. Putera Presiden keenam kok hanya Cawapres, Memo Ani pasti gebres-gebres.

Memo Ani sebagai wanita yang punya kepekaan pasti sudah punya penilaian tersendiri terhadap Prabowo. Menjadi menantu Presiden saja gagal kok mau jadi Capres. Sebersit keraguan pasti ada dalam benak beliau. Tidak relalah kalau Putra Mahkota Cikeas hanya menjadi Cawapresnya.

Untuk itulah, pertemuan 27 Juli 2017 terasa kurang berkelas. Belum ada kata mufakat untuk mulai meramaikan Pilpres 2019. Alasan uji materi UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi bisa menjadi dalih standar bagi kedua partai untuk menutupi ketiadaan kata sepakat.
Dari sini makin kelihatan kalau untuk 2019, SBY tetap berkehendak AHY maju sebagai Capres. Investasi politik ketika AHY didorong menjadi Calon Gubernur DKI pada Pilkada lalu pasti sudah dihitung dengan cermat. Pantas ditunggu, partai mana yang kemungkinan bisa dirayu.

Sejauh ini, Partai Kebangkitan Bangsa dengan modal 9,04 persen punya keinginan besar kadernya bisa menjadi Cawapres. Hal ini diakui oleh Sekretaris Jenderal PKB, Abdul Kadir Karding, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/07/2017). Mungkinkah Partai Demokrat menggandeng PKB menuju kursi 2019? Belum ada kepastian juga karena ini adalah politik. Beda dengan mulut Fadli dan Fahri yang bisa dipastikan kena gaya gravitasi bumi.

Untuk itulah, pengandaian Ibas yang bertanya kepada rakyatnya dan menjadi judul tulisan ini layak menjadi perangkat untuk membedah beberapa kemungkinan menuju 2019. “Wahai Rakyatku, Akankah Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?” - Agen Judi Terbaik -

Apabila rakyat Ibas menjawab bahwa Pepo akan melakukan kunjungan balasan ke Hambalang, kemungkinan besar AHY dikalahkan untuk cukup menjadi Cawapres Prabowo. Sekalipun kemungkinannya amat sangat kecil. Belum lagi, daerah Hambalang adalah sumber traumatis terbesar SBY. Tahu kan dengan Wisma Atlet Hambalang yang mangkrak?

Sumber : Seword.com


Demikianlah Artikel “Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?”

Sekianlah artikel “Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?” kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel “Wahai Rakyatku, Akankah Kanjeng Pepo Mau Silaturahmi ke Hambalang?” dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/07/wahai-rakyatku-akankah-kanjeng-pepo-mau.html

Iklan

loading...