Judul : Amien Rais dan Syahwat Kekuasaan di Usia Senja
link : Amien Rais dan Syahwat Kekuasaan di Usia Senja
Amien Rais dan Syahwat Kekuasaan di Usia Senja
Agen Capsa Susun - Nama Amien Rais sudah tidak asing lagi di pentas politik nasional. Namanya mulai mencuat ke kancah perpolitikan Indonesia pada saat-saat akhir pemerintahan Presiden Soeharto. Pada masa itu Amien dianggap sebagai salah satu orang yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.Gerak-geriknya mulai terbaca pada saat Indonesia diterpa krisis moneter yang sempat membuat perekonomian ambruk. Atas dasar keprihatinan terhadap ekonomi yang tak kunjung membaik, Amien bersama mahasiswa dan masyarakat melakukan pergerakan yang disebut reformasi untuk melengserkan Soeharto.
Ketika itu, Amien termasuk salah satu tokoh paling vokal. Suaranya paling keras dalam menyuarakan reformasi. Berkat dukungan mahasiswa dan masyarakat sipil upayanya membuahkan hasil. Tepat pada tanggal 6 Agustus 1998 Soeharto lengser dan terpaksa harus menanggalkan jabatannya. Imbas dari kerja kerasnya, Amien Rais didaulat sebagai Bapak Reformasi.
Tujuan Amien Rais menggerakkan reformasi pada awalnya reformasi menjadi tumpuan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Reformasi diharapkan menjadi jembatan emas menuju sebuah kesejahteraan, terutama untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Tapi kenyataan yang ada, langkah pertama yang dilakukan oleh Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya adalah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), yang mana Amien Rais duduk sebagai Ketua Umumnya. Secara umum seorang Ketua Umum sebuah partai politik merupakan calon presiden yang akan diusung oleh Parpol yang bersangkutan. Hal ini terbukti dengan ikut sertanya Amien Rais dalam pilpres 2004. - Agen Roulette Online -
Seiring berjalannya waktu, publik mulai membaca, tampilan Amien Rais sebagai penggerak reformasi hanya dalam rangka melengserkan Presiden Soeharto, dan mengosongkan jabatan Presiden RI, sehingga membuka peluang bagi dirinya untuk menduduki posisi sebagai Presiden RI.
Kepercayaan publik kepada Amien mulai surut. Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam pergerakan 98 mulai sadar diri. Mereka merasa diperalat oleh Amien yang dijadikan untuk memenuhi ambisi pribadinya. Sehingga hal ini juga yang membuat Amien kalah telak pada pilpres 2004, ia hanya mampu menempati posisi keempat dari lima pasangan yang maju.
Belajar dari kegagalan Amien Rais, PAN tidak mau mengambil resiko. Merasa bayang-bayang Amien justru membuat partai tidak bisa berkembang, PAN pun berusaha untuk menghilangkan figur Amien Rais. Terbukti, nama Amien Rais sudah tidak ada lagi dalam daftar calon presiden 2014.
Pada pilpres 2014, PAN diwakili oleh Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden yang saat itu menjabat ketua umum. Hatta berpasangan dengan Prabowo diusung Gerindra dan koalisinya melawan pasangan Jokowi-JK diusung PDIP dan koalisinya.
Meski tidak maju sebagai salah satu calon pada pilpres 2014, bukan berarti Amien Rais berdiam diri. Kali ini Amien didaulat menjadi Ketua Tim Dewan Penasihat Prabowo-Hatta. Jauh sebelum Jokowi secara resmi diusung oleh PDIP sebagai calon presiden, Amien gencar melancarkan serangannya.
Di tengah popularitas Jokowi yang tinggi, isu ‘murahan’ dilemparkan Amien Rais. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu meragukan Jokowi sebagai politisi yang nasionalis.
Alasannya, menurut Amien, Megawati Sukarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDIP saja saat menjadi presiden menjual saham PT. Indosat Tbk, ke asing, yang merupakan kebijakan yang berlawanan dengan semangat nasionalisme. - Agen Baccarat Online -
Amien pun menilai gaya blusukan Jokowi merupakan kegiatan yang sia-sia. Sebab, ia tidak merasakan adanya hasil positif dari blusukannya. “Ini tipe politisi yang relatif baru, lebih banyak blusukannya daripada di kantor. Korelasi blusukan dan hasilnya belum begitu terasa. Makanya saya katakan stop blusukan dan kerja beneran,” cetus Amien.
Tak sampai di situ, Amien juga menyerang Jokowi dengan menyamakan mantan Walikota Solo itu dengan mantan Presiden Filipina Joseph Estrada. Kesamaannya, mereka dipilih karena popularitas.
Amien Rais mengungkap terpilih Estrada sebagai presiden karena popularitasnya sebagai bintang film di Filipina. Namun, hanya bertahan beberapa bulan memimpin Filipina setelah digulingkan melalui kudeta dan digantikan oleh Gloria Macapagal Arroyo.

“Joseph Estrada setiap malam kerjanya hanya mabuk, dan dia dipilih hanya berdasarkan popularitasnya. Jokowi memang tidak separah Joseph Estrada, tapi jangan memilih dia karena popularitasnya saja,” papar Amien.
Jokowi tak mau ambil pusing dengan serang-serangan yang dilancarkan Amien Rais. Dengan gaya bercanda, Jokowi menanggapi pernyataan Amien yang menyamakannya dengan mantan Presiden Filipina Joseph Estrada.
“Kalau saya dibandingkan dengan Estrada, saya lebih ganteng dong,” ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (25/9/2013). - Agen Ceme Online -
Banyak yang menganggap Sindiran Amien Rais kepada Jokowi soal popularitas merupakan bentuk ketakutan dan kekhawatiran Amien Rais sebagai Ketua Dewan Pembina PAN. sikap Amien ini justru menguntungkan Jokowi. Segala bentuk serangan secara pribadi yang ditujukan kepada Jokowi, justru akan menambah besar dukungan publik. Terbukti dengan terpilihnya pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang pemilu 2014.
Dengan menempatkan dirinya sebagai opisisi pemerintahan, Amien pun kembali melancarkan serangannya dari berbagai arah. Kali ini ia memprotres segala kebijakan Jokowi. Apapun yang berhubungan dengan Jokowi dan pemerintahan tidak luput dari sasaran kritikan pedasnya.
Puncak dari sepak terjang Amien pada saat ia ikut demo kasus Ahok. Amien bersama massa yang tergabung sebagai pejuang 212 berhasil menjebloskan Ahok ke penjara. Namun gagal untuk melengserkan Jokowi, seperti yang sejak awal disebut-sebut sebagai upaya makar. Bahkan Amien sempat menyerukan ingin menduduki gedung DPR dan melakukan sidang istimewa untuk menggulingkan Jokowi.
Begitulah Amien Rais, usia boleh lanjut, namun ambisi untuk berkuasa masih membara dalam jiwanya. Suhu reformasi masih dibawanya hingga kini. Amien lupa bahwa kondisi saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan saat dirinya melengserkan Soeharto dan membuat sidang istimewa untuk mencopot Gusdur. - Agen Poker Online -
Amien boleh ngomong sesuka hatinya, tetapi rakyatlah yang memberikan persepsi. Semua tergantung persepsi rakyat. Bukan tergantung congor Amien Rais.
Lebih lanjut, ditengah hangatnya hubungan Mega-SBY, Amien justru kembali menyulut Api kegaduhan. Lewat pernyataannya, Amien mengungkap di HUT kemerdekaan RI yang ke-72, saat ini ada sosok siluman yang ingin memecah belah bangsa. Kepada siapa tuduhan itu ditujukan? Tunggu tulisan saya berikutnya,,
Sumber : Seword.com
Demikianlah Artikel Amien Rais dan Syahwat Kekuasaan di Usia Senja
Sekianlah artikel Amien Rais dan Syahwat Kekuasaan di Usia Senja kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Amien Rais dan Syahwat Kekuasaan di Usia Senja dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/08/amien-rais-dan-syahwat-kekuasaan-di.html
