"SELAMAT DATANG DI DUNIA MISTIS"

MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini!

MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini! - Hallo sahabat kesehatan manusia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini!, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Ahok, Artikel first Travel, Artikel Gubenur, Artikel Politik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini!
link : MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini!

Baca juga


MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini!

Agen Ceme Online - First Travel telah membuat puluhan ribu orang atau tepatnya sekitar 58 ribu orang terancam gagal berangkat umroh lantaran penyedia jasa ini tak mempunyai dana. Dana yang dihimpun dari jemaah sudah dipakai untuk hal lain dan rekening hanya tersisa Rp 1,3 juta. Diperkirakan 800-an miliar dana jemaah raib. Dengan besarnya uang tersebut, wajar ini menimbulkan kehebohan tersendiri. Sudah entah berapa hari kasus ini masih saja tetap hangat dibicarakan. -

Jemaah pun protes dan mengutuk keras. Beberapa di antaranya mengumpulkan uang dengan susah payah hingga bertahun-tahun, ada yang meminjam uang, ada yang stres hingga depresi. Oke, mari kita langsung ke pokok inti permasalahan. Ada sebagian yang mengatakan apa yang dilakukan pemilik First Travel ini adalah penistaan agama, yaitu memanfaatkan niat jemaah menunaikan ibadah untuk melakukan penipuan.

Tapi menurut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, kasus ini bukan kasus penodaan agama. Kasus ini dianggap murni perbuatan penipuan dan tidak menyinggung ‎keyakinan seseorang. Jadi dia meminta agar tidak mengaitkan kasus ini mirip kasus Ahok, karena itu analogi keliru. Kesimpulannya, dia menegaskan kasus First Travel adalah kriminal murni. “Jadi saya minta jangan juga mencoba-coba mengangkat analogi penistaan agama untuk bagi penistaan agama yang telah terjadi,” katanya. - Agen Casino Online -

‎Terserah dia mau bilang ini bukan penistaan agama atau murni kriminal. Itu opini dia, terserah. Tapi mari kita buka mata dan melihat fakta. Mari kita kesampingkan apakah kasus ini penistaan agama atau kriminal. Coba renungkan ini. First Travel (FT) menggunakan embel ibadah umroh untuk melakukan penipuan (atau nama lain apa pun lah itu) terhadap jemaah. Buktinya dana ratusan miliar raib entah ke mana. FT memanfaatkan niat orang untuk ibadah untuk melakukan aksinya. Apakah ibadah tak ada kaitan dengan agama?

Memang kalau dari segi hukum, isi pasal penipuan dan penistaan agama memang berbeda konteksnya. Tapi coba renungkan lagi. Seorang yang muslim, memiliki bisnis travel umroh, sudah pasti tahu seluk beluk tentang umroh, sudah pasti paham alasan orang untuk umroh, sudah pasti tahu ada sebagian yang mengumpulkan duit susah payah demi mewujudkan mimpi tersebut. Eh, malah tidak memiliki hati nurani dengan mematikan impian mereka. Saya tak tahu apakah ini lebih terkait dengan hukum atau agama, silakan pembaca nilai sendiri.

Menghilangkan dana jemaah dengan alasan apa pun, apalagi katanya buat foya-foya, bukankah itu namanya mempermainkan niat dan usaha orang untuk beribah umroh? Saya tanya lagi, yang namanya ibadah pasti ada kaitannya dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta bukan? Berarti ini ada kaitannya dengan agama. Ini tidak termasuk penistaan?
Agen Bola Casino Poker Terbesar Terbaik Terpercaya
Mau lagi fakta lain? Ahok mengungkit Al-Maidah saat pidato di Kepulauan Seribu. 9 hari kemudian, setelah video editan dari Buni Yani diunggah dan viral, 7 juta orang pun memeriahkan kasus ini. Coba renungkan ini, pidato Ahok makan korban? Tidak ada. Masyarakat yang saat itu mendengar langsung ucapan Ahok saja tidak mempermasalahkan. Berapa total kerugian? Nol. Tak ada yang merasa dirugikan secara finansial.

Lain ceritanya dengan kasus First Travel. Jumlah korban? 50 ribuan jemaah. Total kerugian? Rp 800 miliar lebih. Tapi anehnya yang demo Ahok hingga 7 juta orang, berjilid-jilid, berkali-kali, sampai-sampai Jokowi pun diseret-seret. Berapa banyak yang demo First Travel? Yang bilang 7 juta lebih baik periksakan diri ke psikiater atau cek otaknya. Yang demo pun paling hanya jemaah yang merasa dirugikan. Sudah paham fakta ini?

Oke saya tambahkan lagi deh biar dramatis. Pernah dengar Ahok umrohkan marbot gratis? Berapalah penghasilan seorang marbot, mau kapan baru bisa umroh? Tapi Ahok, non muslim, malah memberangkatkan ratusan dari mereka untuk umroh gratis. Bahkan dulu punya impian mengumrohkan 3000 marbot. Tapi sayang ini harus kandas karena tak lagi jadi Gubernur. Ahok minimal telah mewujudkan mimpi ratusan orang untuk umroh. Ini FAKTA.

Tapi First Travel? Tak ada makan siang gratis, jemaah pun harus bayar, dan dengan embel umroh harga promo, akhirnya impian mereka harus sirna. Tak hanya impian sirna, duit pun ludes. Saya mau tanya bagi yang waras, lebih mulia mana yang mana? Lebih keji yang mana? Perlakuan seperti apa yang diterima Ahok?

Belum lagi kasus korupsi pengadaan Al Quran. Ini lebih parah. Ini Al Quran, bukan buku tulis atau buku sekolah, tapi dijadikan ladang korupsi. Ini juga termasuk kriminal, bukan penistaan agama? Jadi intinya yang saya tangkap, menasihati orang agar jangan sampai dibohongi oleh oknum yang memakai ayat agama dianggap menistakan agama. Tapi praktik penipuan melalui bisnis ibadah agama dianggap kriminal. Begitukah? - Agen Poker Online -

Saya tak mau simpulkan apakah ini kriminal atau penistaan atau apa lah itu. Tapi karena Ahok diungkit, ya sekalian saya beberkan ini biar pembaca nilai sendiri. Pertama kasus First Travel, kedua kasus Saracen. Coba kaitkan dua kasus tersebut dan lihatlah Ahok. Renungkan, maka kita akan mendapat sebuah pelajaran keras yang menampar kesadaran kita.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber : Seword.com


Demikianlah Artikel MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini!

Sekianlah artikel MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini! kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel MUI: Jangan Samakan Kasus First Travel Dengan Kasus Ahok. Buka Mata Dulu Dan Lihat Fakta Ini! dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/08/mui-jangan-samakan-kasus-first-travel.html

Iklan

loading...