Judul : Timnas Indonesia yang Menyatukan Kita (Lagi)
link : Timnas Indonesia yang Menyatukan Kita (Lagi)
Timnas Indonesia yang Menyatukan Kita (Lagi)
Agen Bola Terpercaya - Meskipun Sea Games kali ini Merupakan Sea Games terburuk dalam keikutsertaan Indonesia sejak tahun 1977, cabang sepakbola putra berhasil menutup kiprahnya dengan kemenangan. Timnas Indonesia U-22 berhasil mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1 dalam perebutan medali perunggu pada hari Selasa (29/08/2017) lalu. Saya berpendapat bahwa medali perunggu pada cabang sepakbola ini adalah medali yang lebih baik karena ketimbang medali perak karena apabila kita meraih medali perunggu kita mengakhiri turnamen dengan kemenangan.Timnas Indonesia sendiri berhasil menunjukkan respon yang bagus usai tertinggal 0-1 pada babak pertama. Kuncinya adalah dua gol dalam tempo dua menit yang membuat Timnas Indonesia meraih medali perunggu pada Sea Games kali ini. Evan Dimas yang menjadi pemain kunci pada Sea Games kali ini berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-56. Dua menit berselang, Septian David Maulana berhasil mencetak gol yang membuat Indonesia berbalik unggul. Dan akhirnya performa gemilang Indonesia ditutup oleh gol spektakuler yang dicetak oleh bek kiri Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa pada menit ke-78.
Meskipun hanya meraih medali perunggu pada Sea Games kali ini, kita harus mengapresiasi perjuangan mereka yang bertarung mati-matian untuk mengharumkan nama bangsa dan menegakkan harga diri bangsa. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kita selaku rakyat Indonesia. Apakah kita harus melontarkan caci maki kepada mereka hanya karena mereka gagal meraih medali emas yang ditargetkan? - Agen Poker Terbesar Indonesia -

Caci maki itu sama sekali tidak akan dilontarkan. Gagal meraih medali emas yang ditargetkan bukan berarti kita gagal sepenuhnya. Kita harus sadar dan melihat bahwa banyak sekali kesan positif dan potensi besar yang diberikan oleh mereka kepada kita. Septian David Maulana contohnya, pemain Mitra Kukar ini memberikan prospek cerah bagi Timnas Indonesia dimasa depan. Posisinya adalah posisi yang tergolong langka di sepakbola nasional. Pemain dengan karakter nomor 10 di Indonesia sangat mungkin akan ditempati oleh Septian dimasa mendatang. Septian memiliki karakter yang sangat mirip dengan playmaker andalan Timnas Indonesia Firman Utina dimasa jayanya. Hal ini diperkuat dengan karakter pemain-pemain tengah kita yang kebanyakan berperan sebagai gelandang bertahan atau winger.
Belum lagi seorang Ricky Fajrin yang bisa bermain sebagai bek tengah dan bek kiri, seorang versatile yang cukup langka di sepakbola kita. Jangan lupakan potensi dari winger-winger kita seperti Saddil Ramdani, Febri Hariyadi, hingga Osvaldo Haay yang memiliki kecepatan, skill, hingga kemampuan untuk melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh. Kemampuan yang mereka miliki meneruskan trah Timnas Indonesia yang selalu memiliki pemain sayap yang selalu merepotkan barisan pertahanan lawan seperti Andik Vermansyah, Ellie Aiboy, Maldini Pali, hingga Ilham Udin Armayn. Kita juga tidak boleh melupakan alumni Timnas U-19 yang berhasil membawa tim yang kala itu dijuluki Garuda Jaya ketika itu menjuarai Piala AFF U-19 pada tahun 2013 seperti Evan Dimas, Hargianto, Hansamu Yama, dan Putu Gede. Mereka menunjukkan permainan yang semakin dewasa dan memperlihatkan kepada kita bahwa peran mereka sangat penting.
Jadi kita tidak perlu terlalu sedih Timnas Indonesia gagal memutus puasa medali emas sejak tahun 1991. Kerangka tim yang telah terbentuk memiliki potensi besar untuk membawa Timnas Indonesia lebih berprestasi dimasa mendatang. Asian Games 2018 akan menjadi pembuktian bagi mereka. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah dari pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Namun yang paling penting adalah Timnas Indonesia berhasil menyadarkan kita semua bahwa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang heterogen, bangsa yang bisa bersatu demi membela satu nama, Indonesia. Sejak dahulu, saya selalu sadar bahwa Timnas Indonesia dapat menjadi pemersatu bagi bangsa ini. Timnas Indonesia juga dapat menyatukan pikiran serta pendapat orang-orang yang berbeda baik itu perbedaan sikap politik ataupun perbedaan bentuk bumi.

Maka dari itu, saya adalah orang yang paling benci apabila ada politisasi terhadap Timnas Indonesia. Contoh nyatanya ada pada tahun 2010 ketika itu ketua umum PSSI yang merupakan kader dari sebuah partai politik mengundang seluruh anggota Timnas Indonesia ke kediaman ketua umum partainya saat Timnas sedang berjuang di Piala AFF. Bahkan dahulu ia mengatakan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia terjadi karena partainya. Akhirnya Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up usai Malaysia menaklukkan mereka dengan aggregat 4-2. Sungguh sebuah antiklimaks yang berakhir menyedihkan. - Agen Casino Terbaik -
Akan tetapi satu hal yang pasti adalah Timnas Indonesia yang berhasil membuat saya bangga karena bisa menjadi bagian dari negara terindah di dunia, Indonesia. Setiap kali berlaga disetiap turnamen, Timnas Indonesia selalu berhasil menyatukan seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kedepannya kami berharap Timnas Indonesia dapat memperbaiki prestasinya dan bisa membawa harum bangsa dan negara ini melalui sepakbola. Fakta yang mengatakan bahwa kita adalah negara Asia pertama yang berlaga di Piala Dunia adalah baik. Tentu kita berharap kedepan, negara kita adalah negara Asia Tenggara pertama yang lolos ke Piala Dunia.
Majulah Sepakbola Indonesia!!
Sumber : Seword.com
Demikianlah Artikel Timnas Indonesia yang Menyatukan Kita (Lagi)
Sekianlah artikel Timnas Indonesia yang Menyatukan Kita (Lagi) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Timnas Indonesia yang Menyatukan Kita (Lagi) dengan alamat link https://kese192.blogspot.com/2017/09/timnas-indonesia-yang-menyatukan-kita.html
